Merupakan “pesan yang kuat dan bermakna” bagi semua perempuan di Afghanistan, yang membawa harapan dan semangat
Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Zayed Award for Human Fraternity (Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia) hari ini (19 Januari 2026) mengumumkan para penerima penghargaan tahun 2026, yaitu perjanjian perdamaian bersejarah antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia, serta tokoh advokasi pendidikan anak perempuan Afghanistan, Zarqa Yaftali, yang menandai penerima penghargaan pertama yang berasal dari wilayah Kaukasus dan Afghanistan.
Di bidang pendidikan dan kemanusiaan, seorang perempuan pemberani yang mendedikasikan seumur hidupnya untuk melindungi hak pendidikan bagi perempuan dan anak-anak, Ibu Zarqa Yaftali ditetapkan sebagai penerima penghargaan atas kiprahnya dalam menyediakan sumber daya pendidikan, dukungan psikososial, serta layanan berbasis komunitas kepada lebih dari 100.000 orang di Afghanistan dan sekitarnya, memberikan harapan dan pengetahuan bagi anak-anak perempuan yang hidup dalam lingkungan yang serba terbatas.
Zarqa Yaftali menyampaikan bahwa dirinya merasakan “sukacita dan keharuan yang mendalam,” serta mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada dewan juri Zayed Award for Human Fraternity.
Ia menyatakan bahwa penetapan dirinya sebagai penerima penghargaan tahun 2026 ini merupakan “pesan yang kuat dan bermakna” bagi semua perempuan di Afghanistan, yang membawa harapan dan semangat bagi banyak perempuan Afghanistan, khususnya para pelajar di sekolah daring serta perempuan muda yang mengikuti program pendidikan di bidang perdamaian, keamanan, dan kepemimpinan.
Sedangkan di bidang perdamaian, sebuah keputusan bersejarah yang didukung kepemimpinan visioner untuk mengakhiri konflik dan penderitaan kemanusiaan yang berlangsung selama puluhan tahun di wilayah Kaukasus, Agreement on Establishment of Peace and Inter-State Relations between the Republic of Azerbaijan and the Republic of Armenia (Perjanjian tentang Pembentukan Perdamaian dan Hubungan Antarnegara antara Republik Azerbaijan dan Republik Armenia) ditetapkan sebagai penerima penghargaan atas sebuah proses perdamaian, dialog, normalisasi hubungan, dan penyelesaian konflik oleh kedua negara tersebut. Perjanjian ini menegaskan bahwa rekonsiliasi bukanlah satu peristiwa tunggal, melainkan sebuah proses berkelanjutan.
Para penerima penghargaan tahun 2026 akan diberikan penghormatan pada 4 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Persaudaraan Manusia Internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, dalam upacara penghargaan tahunan yang akan diselenggarakan di Founder’s Memorial, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pukul 19.00 waktu setempat (UEA). Upacara tersebut akan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial penghargaan: Zayed Award for Human Fraternity - YouTube.
***(edu/sp)








LEAVE A REPLY