Home Info Kampus UNIVA Medan Wisuda 770 Lulusan

UNIVA Medan Wisuda 770 Lulusan

Teguhkan Langkah Menuju World Class University

17
0
SHARE
UNIVA Medan Wisuda 770 Lulusan

Berdaya Saing Global, Berkarakter Islami dan Ke-Alwashliyahan Menuju World Class University

MEDAN, edukasinews.com-Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan kembali melepas generasi terbaiknya. Sebanyak 770 wisudawan dan wisudawati jenjang sarjana dan magister resmi dikukuhkan dalam Wisuda Angkatan ke-61 yang digelar di Regale Convention Center, Medan, Selasa (3/11/2026).

Mengusung tema “Lulusan Unggul dan Berdampak, Berdaya Saing Global, Berkarakter Islami dan Ke-Alwashliyahan Menuju World Class University”, wisuda kali ini menegaskan tekad UNIVA Medan melahirkan lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman, akhlak, dan integritas.

770 Lulusan dari Enam Fakultas

Fakultas Agama Islam menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 342 orang.

Selanjutnya, Fakultas Ekonomi meluluskan 146 orang, Fakultas Hukum 131 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 85 orang, Fakultas Pertanian 52 orang, dan Fakultas Teknik 14 orang.

Capaian ini menunjukkan peran UNIVA Medan dalam menyiapkan sumber daya manusia terdidik di berbagai bidang, mulai dari ilmu keislaman, hukum, ekonomi, dan pendidikan, hingga pertanian dan teknik.

Bukan Garis Akhir

Rektor UNIVA Medan, Prof. Dr. H. Saiful Akhyar Lubis, M.A., dalam pidato pembukaannya menyebut kelulusan sebagai buah kerja keras, ketabahan, dan perjuangan panjang para mahasiswa.

Namun, menurutnya, ijazah bukan sekadar bukti capaian akademik. Ijazah adalah pintu menuju masa depan yang menuntut kompetensi, kreativitas, disiplin, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Rektor mengingatkan bahwa dunia di luar kampus berubah sangat cepat. Kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan ketatnya persaingan global menuntut lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berintegritas.

Untuk itu, lanjut Rektor, lulusan UNIVA Medan  telah dibekali tiga modal utama, yakni Global mindset. UNIVA Medan menyiapkan lulusan yang mampu berpikir kritis, inovatif, dan siap bersaing di panggung global. Kedua Keterampilan yang relevan dan adaptif. Kurikulum dan pengalaman belajar diarahkan agar lulusan tanggap terhadap perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja.

Dan yang ketiga Nilai-nilai Islam yang kokoh. Inilah pembeda utama lulusan UNIVA. Kecerdasan intelektual adalah keharusan, tetapi ketakwaan, akhlak mulia, dan integritas karakter ke-Alwashliyahan merupakan fondasi yang tidak boleh goyah.

Rektor menegaskan, gelar akademik adalah simbol amanah, kehormatan, dan tanggung jawab sosial. Kelak, masyarakat tidak hanya bertanya di mana seseorang kuliah, tetapi dampak apa yang ia ciptakan dan persoalan apa yang mampu ia selesaikan.

Rektor juga menitipkan empat pesan untuk perjalanan hidup para lulusan:

  1. Pertama, jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Belajar tidak berhenti di ruang kuliah.
  2. Kedua, tegakkan pilar iman, Islam, dan ihsan di dalam dada. Jangan pernah mengorbankan kejujuran dan integritas demi kepentingan duniawi atau keuntungan sesaat.
  3. Ketiga, jangan mudah risau menghadapi tantangan. Merintis karier dari bawah bukan alasan untuk patah arang. Jika gagal, ambillah pelajaran; jika berhasil, bersyukurlah dan jangan berbangga diri.
  4. Keempat, jadilah lulusan yang menebar kemanfaatan nyata bagi umat.

Pemprov Sumut Dorong Lulusan Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Alfi Syahriza, S.T., M.Eng.Sc., dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memandang perguruan tinggi sebagai pilar strategis pencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi.

SDM unggul, katanya, mutlak dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

Ia berharap lulusan UNIVA Medan tidak semata berorientasi mencari kerja (job seeker), tetapi mampu menjadi inovator yang membuka lapangan kerja baru (job creator) melalui kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi.

PTS Islam Kini Makin Dilirik

Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI), Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M., menilai pandangan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta (PTS) Islam telah berubah.

Jika dahulu kerap dipandang sebelah mata, kini PTS Islam mulai dilirik karena dikenal melahirkan lulusan yang baik dan jujur.

Ia menyebut UNIVA Medan, yang berdiri pada 18 Mei 1958 atas prakarsa ulama besar di Kota Medan, sebagai salah satu perguruan tinggi tertua di Sumatera Utara. Dari tahun ke tahun, UNIVA terus maju melanjutkan cita-cita para pendirinya.

Menurutnya, UNIVA telah banyak menyumbangkan sumber daya manusia berkualitas untuk membangun bangsa dan negara di berbagai bidang.

Menabur Karya, Menggandakan Manfaat

Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumatera Utara, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M., menitipkan pesan singkat namun sarat makna kepada para wisudawan.

Biarlah orang mengejar harta, kita tetap menabur karya. Biarlah orang mencari untung, kita tetap menggandakan kebermanfaatan. Biarlah orang mencari uang, kita menciptakan peluang.

Pesan tersebut mengajak lulusan untuk tidak menjadikan materi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Harta, keuntungan, dan uang memang dibutuhkan, tetapi nilai seseorang terletak pada karya nyata yang ia hasilkan, manfaat yang ia sebarkan, dan peluang yang ia buka bagi orang lain.

Lulusan yang sibuk berkarya dan menciptakan peluang tidak akan kehilangan rezeki. Sebaliknya, kebermanfaatan yang terus dilipatgandakan akan menjadi amal jariyah yang mengalir bagi masyarakat luas.

Lulusan UNIVA Medan harus bermanfaat bagi masyarakat

Rektor UIN Sumatera Utara sekaligus Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IX Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyatakan dukungannya terhadap peningkatan mutu kelembagaan UNIVA Medan.

Ia mengutip pesan khairunnas anfa'uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Ia berharap lulusan UNIVA hadir membawa manfaat di tengah masyarakat.

Menurutnya, ijazah hanyalah pintu masuk. Agar diterima masyarakat, bekal ijazah harus terus dikembangkan dengan beragam keahlian dan kompetensi.

Ia juga berpesan agar para lulusan senantiasa berbakti kepada orang tua dan para guru yang telah membekali ilmu selama di UNIVA, serta bangga menjadi alumni UNIVA Medan.

PB Al Washliyah Apresiasi Rektor, Civitas Akademika UNIVA, dan Orang Tua

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A., dalam kesempatan itu menyampaikan pesan Ketua Umum PB Al Washliyah.

Ketua Umum mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, serta berterima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UNIVA Medan.

Terima kasih juga disampaikan kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UNIVA yang telah meneruskan perjuangan ulama pendiri Al Washliyah dalam membangun bangsa dan negara melalui jalur pendidikan.

Keunggulan yang Berdampak

Sidang Senat Terbuka diakhiri dengan Orasi Ilmiah Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., yang disampaikan secara lugas oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum, HAM, dan Kerukunan Umat Beragama, Prof. Dr. Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H.

Prof. Andi Salman mengapresiasi peran Al Washliyah yang telah membuktikan bahwa pendidikan dan dakwah merupakan instrumen utama pembebasan sekaligus perekat persatuan bangsa.

Dalam orasinya, ia menekankan dua hal. Pertama, keunggulan yang berdampak. Lulusan UNIVA, dalam semangat Al Washliyah, harus mampu menghubungkan yang putus, menyambungkan yang terpisah, mendinginkan yang panas, dan memalingkan yang pergi. Karakter ini, menurutnya, menjadi modal sosial yang sangat penting di tengah masyarakat.

Kedua, cita-cita menuju World Class University patut didukung bersama. Kementerian Agama berkomitmen penuh mendukung perguruan tinggi berbasis Islam dan milik ormas Islam meraih reputasi global, tanpa tercerabut dari akar kebangsaan dan keislaman.

Menghadapi kompleksitas era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity), Prof. Andi Salman memaparkan tiga agenda besar yang harus dijawab para lulusan:

  1. Etika digital dan kecerdasan buatan. Otomatisasi dan AI dapat mengambil alih keterampilan teknis, tetapi tidak akan pernah menggantikan empati, etika moral, dan spiritualitas manusia. Karena itu, alumni Al Washliyah dituntut memimpin integrasi antara kecanggihan sains dan nilai luhur etika Islam.
  2. Krisis ekologis dan ketahanan pangan. Lulusan diajak menjalankan mandat sebagai khalifatullah fil ardhi dengan melahirkan inovasi tepat guna serta paradigma pembangunan hijau berkelanjutan lintas disiplin ilmu.
  3. Penguatan moderasi dan harmoni sosial. Lulusan diharapkan menampilkan wajah Islam wasathiyah yang inklusif dan toleran. Karakter khas ke-Alwashliyahan, menurutnya, merupakan nilai yang turut merawat kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dihadiri Sejumlah Tokoh

Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tokoh dari kalangan pemerintahan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan Al Washliyah.

Di antaranya perwakilan Gubernur Sumatera Utara dan perwakilan Wali Kota Medan; Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah, Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A.; Ketua ABPPTSI, Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, M.M.; serta Ketua APTISI Sumatera Utara, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Isa Indrawan, S.E., M.M.

Hadir pula Wakil Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. H. M. Jamil, M.A.; Ketua MUI Kota Medan; Ketua BAZNAS Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Mohammad Hatta; Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag.; perwakilan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI); serta para tokoh ulama dan masyarakat.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia melalui lembaga pendidikan Al Washliyah

Jalan Panjang Mencerdaskan Bangsa

Wisuda Angkatan ke-61 UNIVA Medan menjadi lebih dari sekadar perayaan keberhasilan akademik. Di balik prosesi pemindahan tali toga dan kebahagiaan keluarga, tersimpan bukti bahwa perjuangan Al Jam'iyatul Washliyah di bidang pendidikan terus menyala. Organisasi yang lahir di Medan pada 1930 ini melahirkan UNIVA Medan pada 1958, dan hingga kini terus menambah barisan lulusan yang siap mengabdi.

Tujuh ratus tujuh puluh lulusan yang dilepas hari itu adalah kontribusi nyata Al Washliyah bagi bangsa: para dai dan pendidik, ahli hukum dan ekonomi, insinyur dan penggerak pertanian, yang dibentuk dengan ilmu sekaligus akhlak.

Pesan-pesan yang mengemuka sepanjang acara bermuara pada satu hal: kebermanfaatan. Dari Rektor hingga Menteri Agama, para lulusan diingatkan bahwa ukuran keberhasilan bukanlah gelar yang disandang, melainkan dampak yang dihadirkan bagi umat. Pada akhirnya, menghubungkan yang putus dan menyambung yang terpisah bukan hanya semboyan Al Washliyah, melainkan amanah yang kini dibawa 770 lulusan UNIVA Medan ke tengah masyarakat.

Melalui Wisuda Angkatan ke-61, UNIVA Medan kembali meneguhkan langkahnya menuju World Class University yang unggul, berdampak, dan tetap berakar pada nilai-nilai Islam serta ke-Alwashliyahan.***(edu/aboe/siper)