
Keterangan Gambar : KH Masyhuril Khamis (tengah) ketua Umum PB Al Washliyah periode 2026-2031: foto tan
"Saya mohon kepada rekan-rekan seperjuangan, para Syekh dan Tuan Guru untuk membantu saya. Tegur saya jika melakukan kesalahan dan apresiasi saya kalau benar."
JAKARTA,edukasinews.com-KH DR. Masyhuril Khamis SH., MM kembali dipercaya memimpin Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Alwashliyah untuk periode kedua dalam Muktamar ke-XXIII yang berlangsung di Asrama Haji Jakarta, 7-10 Juli Juli 2026.
Masyhuril terpilih secara aklamasi dalam musyawarah-mufakat oleh tim formatur dan diumumkan di hadapan peserta muktamar, Kamis 9 Juli, malam. Pemilihan Ketua Umum secara musyawarah-mufakat merupakan ciri khas Alwahliyah dalam bermuktamar yang selalu berlangsung adem dan damai. Tidak ada gejolak berarti dan lemparan-lemparan kursi seperti yang biasanya terjadi dalam ormas lain.
Dalam sambutan usai ditetapkan, Masyhuril menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dan kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.
"Amanah ini sangat berat bagi saya. Namun saya bertekad mengemban dan mencurakan seluruh kemampuan. Untuk itu saya mohon kepada rekan-rekan seperjuangan, para Syekh dan Tuan Guru untuk membantu saya. Tegur saya jika melakukan kesalahan dan apresiasi saya kalau benar,” pinta Masyhuril dengan mata berkaca-kaca dan sesegukan dihadapan peserta muktamar.
Masyhuril juga tidak menutupi kekurangan yang mungkin terjadi di periode kedua karena faktor usia.
”Di periode pertama saya sedang semangat-semangatnya, tenaga sangat full karena usia masih muda. Di periode kedua ini mungkin tenaga agak berkurang karena faktor usia, namun yakinlah saya akan mencurahkan segala kemampuan,” tekadnya.
Dengan tekad kuat dan ikhlas itu Masyhuril berjanji, jika melakukan pelanggaran siap meletakkan jabatan, karena jabatan baginya bukanlah tujuan tapi ibadah.
"Mengapa saya menerima amanah ini? Karena saya merasa terpanggil dan tidak bisa tidur melihat anak-anak kita di bawah kolong jembatan karena kemiskinan. Saya merasa berhutang kepada kader-kader kita di bukit-bukit tandus di Indonesia Indonesia Timur yang mualaf, yang kalau kita biarkan bisa kembali ke asalnya. Hal-hal seperti inilah yang meneguhkan tekad saya untuk melanjutkan amanah ini," tambah Masyhuril.
Pada kesempatan itu Masyhuril juga mengumumkan tim yang akan menjadi rekannya dalam menjalan amanah kepemimpinan lima tahun ke depan. Sebagai Sekretaris Jenderal terpilih Prof.Dr.H. Syaifuddin Herlambang, MA dan Bendahara Rizal Naiboho. Rizal adalah bendahara umum periode sebelumnya.***(edu/is)








LEAVE A REPLY